Post12#PILIHAN&KONSEKUENSI



PILIHAN & KONSEKUENSI

Sepulang sekolah, kakak selalu asyik dengan mainan yang ada dirumah. Hmmm berasa sehari-hari tiada waktu tanpa bermain. Gak pernah ada rasa lelah untuk bermain. Bermain mobil2 lan, bersepeda, lari2 dan lempar tangkap dengan adek menjadi kegiatan siang ini. Sesekali umi mengajaknya belajar membuat huruf dan membaca, dia bilang tidak seru karena gak bergerak2. Heee gaya belajar kinestetiknya sangat sebanding dengan kekuatan fisik dan energy yang dia punya. 24 jam non stop.

Saat jam istirahat siang pun tiba, kakak mulai rewel menunjukkan bahwa menolak untuk istirahat siang karena tidak capek katanya. Sesuai diskusi dan kesepakatan kami dipagi hari, siapapun yang hendak ikut umi silaturohim kerumah teman harus istirahat dulu agar tidak cepak dan rewel saat dilokasi nantinya. Ketika umi mengingatkan, ananda masih menolak istirahat dan bilang kalau tidak capek. Walaupun diingatkan lagi tentang konsekuensinya yang tidur maka tidak  ikut dan harus tinggal drumah, ananda tetap tidak tidur. Sedangkan adeknya sudah tidur terlebih dulu.

Beberapa menit saat umi dan abi siap2, ananda mulai rewel lagi dan tidak siap jika harus dirumah sendirian. Berkali2 umi menawarkan mau tidur dirumah atau tidur di mobil? Dengan konsekuensi kakak tidak ikut turun dari mobil saat umi mengisi pengajian nnt. Sambil menangis berkali-kali dia bilang aku tidur dirumah saja, dirumah sendirian tapi aku merem. Oke karena ini kesepakatan yang sudah kami buat sebelumnya, maka umi pun harus tega meninggalkan kakak dirumah. Hiks tidak tega sebenarnya, tapi umi sedang membesarkan hati dan barusaha menepati janji. Sampai menjelang umi, abi dan zaidan berangkat, kakak Ihan masih belum bisa memejamkan mata, akhirnya abi menawarkan ulang kesepakatan yang tadi, tetap mau tidur dirumah atau tidur di mobil. Dan akhirnya kakak pun memilih tidur di mobil dan siap untuk tidak ikut turun saat umi mengisi.

Kakak pun menyiapkan perbekalan untuk tidur di mobil. Selama perjalanan berangkat kakak berusaha menepati janji untuk tidur, berusaha menutup mata tentunya dengan wajah yang lebih bahagia karena berada dekat dengan abi dan uminya. Setelah acara umi selesai menjelang maghrib, umipun membangunkan kakak dan dia bangun dengan simpul puas dan bahagia karena sudah mampu menunaikan janji. Maka umipun berkata pada kakak, umi minta maaf ya nak…kita sama2 belajar untuk menepati janji ya nak. Dan kakakpun mengangguk dengan senyum bahagia…

Kakak Ihan sayang bukan maksud umi bersikap kasar, tapi ini adalah ketegasan, upaya menepati janji. Bahwa abi dan umi berharap kakak sanggup menghadapi hidup kedepan dengan tegas pada prinsip dan kuat memegang janji. Semoga Allah menjaga iman kita ya nak…

Solichati 29/9/2017

#Post12
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioRaihan
#6y3m
#Batu,28September2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan
#FitrahBelajar&Bernalar
#FitrahSeksualitas
#FitrahIndividu&Sosial
#FitrahKeimanan
#PortofolioBakatAnak
#BakatSifat
#Achiever
#Responsibility



Komentar