Post14#MEMPERTAHANKAN DIRI

MEMPERTAHANKAN DIRI

Entah untuk kesekian kalinya, duo jagoan ini selalu menghiasi hari dengan pertikaian dan perkelahian yaang hingga berujung pada saling menyakiti. Umik dan abi belum menemukan solusi yang pas untuk meminimalkan hal ini. Karena ego mereka berdua masih tinggi untuk sama2 mempertahankan apa2 yang menjadi milik mereka. Hmmm bener2 harus ekstra bersabar... disini umi dan abi juga belajar dan instropeksi diri selama ini mungkin kami terlalu sering turut campur dalam pertikain mereka, sehingga berujung pada pola yang mereka temukan untuk mencari perlindungan dan merasa paling benar. Hmmm kita akan belajar bareng2 ya nak...

Seperti halnya yang hari ini terjadi (Sabtu siang) dirumah eyangnya, ketika keluarga besar sedang berkumpul dan syik berdiskusi, tampak duo jagoan mulai ada friksi2 ketika bermain mobil2an. Zaidan dengan gaya komunikasi yang ulung, tampak komat kamit yang membuat kakak Ihan jadi geram dan tetiba mengangkat tempat solasi untuk dilemparnya ke arah adek. Kami sekeluarga masih menganggap ini emosi sesaat. Hingga tiba2 tanpa kami sadari kakak Ihan tetiba menendang adek Zaidan dengan sangat kuat diperutnya hingga Zaidan terpental dan jatuh. Hmmmm spontan saja kami semua menjerit dan kaget degan tingkah polah anak2 ini. seketika itu juga mbahKong mengamankan kakak yang masih marah hingga bersitegang dengan emak dan budhenya karena dia merasa terpojok. Dia masih tampak membela diri. Sedangkan umi mengamankan Zaidan. Setelah memastikan Zaidan baik2 saja dan memintanya untuk berhenti menangis, umik langsung berpikir untuk memeluk mas Ihan berusaha meyakinkan dan mengajak diskusi dengan baik. 

Air mata kami berdua tdk bisa ditahan, ketika umik menasehati kakak tentang bagaimana kewajiban orang yang usianya lebih besar untuk menjaga yang dan menyayangi yang kecil. Mencoba menyadarkan kakak bahwa apa yang dilakukan salah, belajar menahan marah, menahan untuk menyakiti. JIka kita disakiti orang lain, kita boelh saja membalas, tapi Allah lebih mencintai orang2 yang memaafkan darpada membalasnya. seketika raut muka kakak yang tadinya masih marah dan ego nya sangat kuat meredup dan merasa bersalah. Tidak tega melihat umik menangis, takut jika orang2 disekitar tak lagi menyukainya. Bahkan umik memberikan alternatif pada kakak, jika kakak tidak suka diganggu adek, sampaikan dengan baik. Jika tidak bisa jauhi adek dulu. atau jika hal ini terus berlangsung kakak boleh memilih tetap tinggal dekat adek dan belajar berbuat baik atau menjauhi adek dengan bermain sendiri, Dakam bayangan kakak menjauhi adek berarti akan tinggal di asrama, hiks ini yang sering didengungkan keluarag besar padanya. Mungkin dia sangat tertekan. 

Maka setelah kakak mulai mereda emosinya, umik memeluknya erat, meyakinkan bahwa kakak diberi kelebihan Allah dengan fisik yg kuat. Mengajak kakak berbuat baik dengan kekuatan kakak. Kaki yang kuat bisa untuk menendang bola, badan yang kuat bisa untuk olahraga dan kegiatan lain yang lebih manfaat. Setelah menyesali perbuatannya kakak dan adek saling meminta maaf, meminta maaf pada umi dan eyangnya. Ya Allah semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kami semua untuk berubah menjadi lebih baik. Keteladanan menaji hal yang sangat penting daripada sekedar nasehat.Yuk kakak Ihan kita belajar sama2 terus berubah menjadi baik, semoga Allah memudahkan ya nak...




Solichati 01/10/2017

#Post14
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioRaihan
#6y3m
#Batu,1Oktober2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan
#FitrahBelajar&Bernalar
#FitrahPerkembangan
#FitrahSeksualitas
#FitrahIndividualSosial
#FitrahKeimanan
#PortofolioBakatAnak
#BakatSifat
#Responsibility

Komentar