Post29#KERJA BAKTI



KERJA BAKTI…

Hari ahad kemarin tepatnya di pagi hari, duo jagoan mengikuti umi berbelanja ke melijo di dekat rumah. Tak berlangsung lama, setelah keperluan memasak di dapatkan umik mengajak anak2 pulang. Seperti biasa selama perjalanan kami selalu bercerita dan berdiskusi tentang hak2 yang kami lihat dan dengar. Khusus untuk kakak Ihan dia jauh lebih peka untuk menanggapi apa2 yang dia lihat.

Setelah sampai perempatan dekat rumah saat perjalanan pulang, kami menjumpai teman umi yang sedang membersihkan sepanjang jalan di kampong kami. Umik pun mengira bahwa ini ada momen kerja bakti. Dan memang benar adanya setelah umi bertanya pada teman umik tersebut. Umik langusng bergegas pulang, memasak seperlunya dan berpamitan pada abi dan anak2 untuk ikut kerjabakti. Kali ini umik menitipkan anak2 pada abi, karena kerja bakti buka temoat yang ramah untuk anak (eits ini menurut umi ya…)

Awalnya umi membersihkan sekitar rumah lebih tepatnya di depan rumah, setelah agak bersih umik pun membawa perlengkapan kerja bakti ke area kerja bakti tempat ibuk2 yang lain berkumpul. Eeee ternyata duo jagoan membuntuti umik kemanapun umik pergi…hmmmm emang anak umik… Kakak Ihan seperti biasanya tak banyak berbicara dan menyapa orang disekitarnya, dia mengamati apa yang dilakukan ibuk2 saat kerjabakti. Stelah cukup puas mengamati kakak Ihan pun meminta pada umik untuk diijinkan membantu… dimintalah cetok yang dipake umik untuk mencakut rumput yang akarnya kuat tertanam dan mengambil sampah yang ada di selokan. Setelahnya kakak Ihan pun ingin mencoba menyapu sampah yang berserakan dan membuangnya ke teampat sampah. Begitu seterusnya sampai kerja bakti selesai…

Begitupun hari ini ketika drumah sedang ada tukang dan berbenah seisi rumah lebih tepatnya barang2 yang ada di bawah tangga. Sore hari Setelah almari selesai dipasang, umik dan abik bergegas membereskan barang2 agar rapi. Anak2 pun berinisiatif membantu membereskan mainan. Meski membantu versi mereka adalah bermain sendiri dan nambah berantakan…hmmmm sabar…sabar
Umik pun mengajak kakak Ihan untuk memilah mainan yang bisa dipakai atau tidak. Mainan yang tidak dipakai akan kami buang. Hmmm lumayan lah menyortir banyak mainan yang tak terpakai. Sesekali saat membantu berberes kakak tampak sangat lama menghabiskan waktu untuk mengutak atik barang bekas menjadi mainan baru…hmmm seperti tidak tega dg mainan yang akan dibuang. Wooow banget deh lagi2 menyulap kayu bekas menjadi pedang dgn hiasan arsiran crayon, cakep banget. Membuat senapan dari kertas bekas.. aahh umik sampai bingung nih mau menegur atau membiarkan dia berkreasi di tengah kesibukan berberes. Maksud hati ingin kakak membantu umik biar segera selesai, tapi apa daya ide utak atiknya tak sanggup dipangkas oleh umi… Sabar dululah… Kalau dia sudah puas bermain insyaAllah akan membantu umik dengan senang hati…

Solichati 16/10/2017

#Post29
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioRaihan
#6y4m
#Batu,15-16Oktober2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan
#FitrahBelajar&Bernalar
#FitrahEstetika&Bahasa
#FitrahIndividualSosial
#PortofolioBakatAnak
#BakatSifat
#Learner
#Communication
#Belief
#Achiever
#Restorative
#Command


Komentar