Post86#PHONIC
BERKUTAT DENGAN HURUF2 VONIC
Alhamdulillah usia kakak Ihan semakin
bertambah besar, 6,5 tahun. Hmmm gak krasa banget menemani kakak Ihan dengan
tumbuh kembang yang semakin hari semakin jauh lebih mandiri. Hari ini seperti
hari2 biasanya kakak Ihan selalu senang jika jam tidur siangnya terlwatkan.
Heeee asyikk gak tidur siang karena sebentar lagi sudah sholat ashar, kalau
sudah sore gak boleh tdur katanya. Ya
sudahlah piker saya, sementara kakak Zaidan masih nyenyak tidur siang.
Agenda siang ini menemani kakak Ihan yang
lagi asyik mengunting huruf yang sudah beberapa hari lalu di prinkan umik. Ini
ceritanya kakak Ihan ingin membantu umik menyelesaikan alar peraga untuk media belajar
membaca. Asyik dan seru menggunting, ssekali kakak ihan mengajak unmik untuk
berlomba menggunting. Hahahah meski kadang heboh sendiri kalau umi menggunting
lebih cepat dan rapi. Teriak2 dan memerintah umi untuk berhenti menggunting
karena kakak Ihan tidak ingin kalah dari umi. Meski berkali-kali umi sampaiakan
kalau kita tidak sedang berlomba tapi kakak Ihan masih terus menganggap kalau
kita sedang berkompetisi. Umi juga membesarkan hati kakak kalau dulu waktu umi
sebesar kakak Ihan juga beum bisa menggunting cepat. Umik mengingatkan kakak
Ihan bahwa dulu waktu usia playgroup kakak Ihan belum bisa menggunting,
sekarang sudah pandai dan rapi menggunting. Jadi wajar kalau umi yang lebih besar
ini bisa menggunting lebih cepat dan rapi. Mugkin kalau kakak Ihan menggunting
brsama dengan Zaidan, kakak Ihan yang akan menang. Heeee seketika senyum kakak
Ihan mengembang…
Heeee beberapa menit kemudian heboh lagi saat
melihat umi menggunting dengan cepat. Katanya kakak Ihan deg-deg an jadi megguntingnya
agak gemetar dan susah. Masyaallah kakak Ihan sudah bisa memberi arti dari apa
yang dirasakannya. Deg-deg an saat kompetisi. Selalu ingin menjadi dan
menunjukkan yang terbaik menjadi ciri khas kakak Ihan. Kadang juga stress dia
kalau tidak bisa memberikan hasil yang terbaik. Maka dialog kita kali ini juga
seputar kompetisi, focus pada karya sendri tanpa melihat karya orang lain.
Karena terkadang dengan sibuk melihat karya orang lain kita jauh lebih lambat saat
bekerja. Alhamdulillah kakak Ihan sekarang lebih bisa menempatakan dan
mengutarakan emosi sehingga tantrum lebih banyak berkurang atau bahkan tidak
muncul karena mampu mengelola emosinya. Alhamdulillah… semakin hari semakin
menjadi lebih baik… Barokalloh ya nak.
Setelah menggunting saatnya belajar mengenali
huruf dan bunyi huruf dengan metode vonic, salah satu metode yang digunakan di
sekolah kakak. Umik pun memilih memantapkan denga metode tersebut agar anak
tidak bingung dalam belajar. Meski metode vonic ini tidak mudah tapi kami tidak
menyerah. Umi hanya membersamai, berusaha tanpa ekspektasi yang muluk kakak
Ihan harus segera bisa membaca. Santai saja yang penting bounding dan
kebersamaan yang akan menguatkan sinaps2 semangatnya untuk belajar…
Selama berkegiatan dengan umi,kakak Ihan juga
tidak melupakan kebiasaan untuk menunaikan sholat awal waktu. Setiap suara
adzan terdengar kakak Ihan pun segera bersiap untuk menunaikan sholat di
mushola terdekat. Alhamdulillah… barokalloh…
Solichati 12/12/2017
#Post86
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioRaihan
#6y6m
#Batu,12Desember2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan
#FitrahBelajar&Bernalar
#FitrahEstetika&Bahasa
#FitrahIndividualSosial
#FitrahPerkembangan
#FitrahKeimanan
#FitrahBakat
#FitrahSeksualitas
#PortofolioBakatAnak
#BakatSifat
#Learner
#Communication
#Command
#Achiever
#Maximizer
#Significance

Komentar
Posting Komentar